[skip to content]

Program Unit Sikka

Wilayah: 7.400 km persegi
Penduduk: 295.134
Wilayah sasaran: 21 kecamatan, 147 desa
Anak sponsor: 7.500

Program Unit Plan terletak di Pulau Flores, sebelah timur kepulauan Indonesia. Kebanyakan masyarakat bekerja sebagai petani dan nelayan, sementara yang lainnya hidup dari berdagang atau bekerja di kantor pemerintah. Perkiraan pendapatan tahunan berkisar Rp 3,6 juta (380 dolar AS) per orang.

Plan mulai bekerja di Sikka pada 1999. Saat ini Plan bekerja bersama 7.500 keluarga di 39 desa (di 8 kecamatan).

Program kami mencakup keberlangsungan dan perkembangan anak, air dan sanitasi, pendidikan dasar, pengelolaan risiko bencana dan perlindungan anak.

Kilasan program

Pengembangan Anak Usia Dini

Sasaran utama Plan di Sikka adalah mengurangi persentase anak balita yang mengalami gisi buruk.

Bekerja sama dengan dinas pertanian kabupaten, Plan telah mengadakan pelatihan tentang teknik diversifikasi pertanian dan keterampilan pengelolaan keuangan rumah tangga.

Plan juga bekerja dengan kantor dinas kesehatan kabupaten untuk mempromosikan pentingnya ASI, pemantauan kesehatan anak, pendidikan anak usia dini dan pembuatan makanan lokal yang bernutrisi. Plan melatih instruktur dan kader pendidikan anak usia dini (PAUD).

Plan mengkampanyekan pendirian sekolah ramah anak, dan mensosialisasi hak anak kepada guru dan masyarakat. Sebanyak 63 guru telah dilatih terkait disiplin positif (29 guru taman kanak-kanak dan 34 guru sekolah dasar) dan “pembelajaran yang menyenangkan”.

Anak balita di 30 desa juga telah dipersiapkan untuk memasuki jenjang pendidikan formal, dimana orang tua mereka dilatih keterampilan pengasuhan anak. Plan mendistribusikan buku-buku ke perpustakaan sekolah sehingga para siswa berkesempatan menggali ilmu.

Air dan sanitasi

Saat ini Plan mendukung proyek Sanitasi Total berbasis Masyarakat (CLTS) dan penyediaan air minum, serta proyek kesehatan lingkungan dan pemeliharaan mata air. Penanaman pohon di sekitar sumber air (sungai atau mata air) dilakukan secara berkala. CLTS merupakan cara memobilisir masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas buang air besar sembarangan dengan menganalisa masalah dan mencari solusi.

Lingkungan yang ramah anak

Plan berkomitmen mengurangi kekerasan pada anak di Sikka, dengan menggandeng pemerintah daerah.

Kami berupaya untuk mendorong para pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan yang ramah anak. Puluhan kelompok anak telah dibentuk dan dilatih untuk terlibat dalam pengkajian hak-hak anak.

Salah satu cara untuk memenuhi hak anak adalah memastikan bahwa anak memperoleh akta kelahiran dan mendapat layanan akte kelahiran. Plan melakukan kampanye terkait hal ini di seluruh Sikka.

Proyek Safe School

Kabupate Sikka adalah salah satu Kabupaten yang rawan dengan bencana, Tsunami, gempa, Banjir, tanah longsor, kekeringan.

Project ini dilaksanakan sebagai piloting di 10 sekolah di 10 desa untuk kampanye sekolah aman dengan cara mengkapasitasi warga sekolah ( Guru, Murid, Komite Sekolah ), Masyarakat disekolah sekolah dan Pemerintah Desa.

Tujuannya Untuk mempengaruhi agar pemerintah menyediakan kebijakan yang mendukung terciptanya sekolah aman di Kabupaten Sikka. Kedua, Mendorong partsipasi masyarakat dan Civil Society Organization ( CSO ) dalam menciptakan sekolah aman dan secara terus menerus terlibat untuk memonitoring pelaksanaannya. Ketiga Menciptakan budaya aman pada setiap warga sekolah.